Beberapa waktu yang lalu sepulang mengambil rapor sementara hasil ulangan tengah semester (UTS) anakku Hisyam, kls 1 SD, kami berdiskusi sambil mengevaluasi lembaran-lembaran jawaban yang juga dibagikan serta nilai-nilai yang diperolehnya.
Ada beberapa hal yang cukup menggelitik ketika Hisyam memberi alasan mengapa ia memilih jawaban. Salah satu diantaranya adalah ketika ada permintaan untuk melanjutkan terjemahan ayat dari Al-Qur’an, ia bisa menerjemahkannya. Tapi di lembar jawaban ia menjawab tidak lengkap. Alasannya adalah karena ruang untuk menuliskan jawaban di antara soal tersebut dan soal berikutnya tidak mencukupi.
Seharusnya para Bapak/Ibu Guru menyusun soal baik tingkat kerumitan maupun komposisi lay-out soal dengan mempertimbangkan cara berpikir/logika anak. Mungkin saja guru telah menjelaskan terlebih dahulu di awal cara pengisian jawaban, namun cara pengisian jawaban seharusnya tidak menjadi problem tambahan bagi anak.