Menonton pertandingan sepak bola antara kesebelasan kebanggaan melawan kesebelasan lawan yang diperkuat oleh bintang-bintang lapangan hijau, ada perasaan terpesona oleh permainan tim lawan yang hebat, ketegangan dan kekuatiran akan kekalahan yang melingkupi selama 90 menit pertandingan, namun tetap terselip doa dan harapan kemenangan berpihak pada tim kesayangan.
Perasaan yang sama juga saya dapatkan dalam beberapa waktu belakangan ini bila membaca atau menyaksikan di berbagai media. Perseteruan antara KPK lewat wakilnya Pak Bibit Samad Rianto dan Pak Chandra M Hamzah yang didukung oleh berbagai elemen masyarakat anti korupsi melawan tim super star dari kepolisian, kejaksaan dan pengacara dan koruptor. Kedua kubu saling serang hingga beberapa hari yang lalu pihak KPK dalam hal ini Pak Bibit dan Pak Chandra dijadikan tersangka dan ditahan oleh pihak kepolisian dengan berbagai alasan.
Satu serangan balik dari KPK lewat rekaman pembicaraan tokoh sentral Anggodo dengan para angggota tim super star yang memperdengarkan konspirasi antara para anggota tim super star membuat perseteruan untuk sementara dimenangkan oleh team KPK.
Seperti halnya sepak bola ketegangan akan terasa meningkat menjelang akhir pertandingan. Yang jadi pertanyaan, apakah perseteruan KPK melawan tim super star memasuki menit-menit akhir pertandingan, memasuki istirahat babak pertama, atau justru baru dimulai dan bakal ada kejutan-kejutan menarik lainnya?
Tentu saja semuanya sangat bergantung pada wasit yang memimpin pertandingan, dapatkah memimpin pertandingan dengan bijaksana, menambahkan injury time seperlunya sesuai aturan, dan bersikap adil dalam memimpin? Bila tidak, dikuatirkan penonton akan meminta pergantian wasit dengan caranya sendiri.
Kita menunggu ketegasan wasit, dan tentu saja serangan yang tertata rapi dan teratur dari kesebelasan KPK dalam menggempur gawang para koruptor dan para budak-budaknya di kepolisian, kejaksaan dan korps pengacara.
Recent Comments